Semarang – Tantangan mendampingi anak di tengah perkembangan teknologi menjadi perhatian YPI Al Khoiriyyah Semarang. Melalui PERDA (Persatuan Da’i Al Khoiriyyah), Al Khoiriyyah menggelar kajian khusus bagi orang tua dan wali siswa dengan mengangkat tema “Peran Orang Tua di Era Digital”, Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 hingga 12.00 WIB tersebut menjadi kajian perdana yang secara khusus diperuntukkan bagi orang tua dan wali siswa di lingkungan YPI Al Khoiriyyah. Kajian dilaksanakan secara bersamaan di dua lokasi, yakni Aula Gedung 4 di Jalan Bulustalan dan Aula Gedung 2 di Jalan Indraprasta, Semarang.
Sejumlah orang tua dan wali siswa tampak mengikuti kegiatan dengan tertib. Mereka menyimak materi yang disampaikan serta mengikuti jalannya kajian dalam suasana yang santai dan kekeluargaan.
Mengangkat tema tentang peran orang tua di era digital dinilai relevan dengan kehidupan keluarga saat ini. Perkembangan teknologi dan semakin mudahnya anak mengakses berbagai informasi membuat peran orang tua tidak cukup hanya sebatas mengawasi kegiatan belajar.
Orang tua juga perlu memahami bagaimana teknologi digunakan oleh anak, sekaligus membangun komunikasi yang baik agar penggunaan perangkat digital dapat memberikan manfaat dan tidak justru menimbulkan persoalan.
Melalui kajian tersebut, PERDA Al Khoiriyyah berupaya membuka ruang komunikasi dan pembelajaran bagi para wali siswa. Forum ini diharapkan dapat menjadi tempat bagi orang tua untuk mendapatkan wawasan yang bisa diterapkan dalam kehidupan keluarga maupun dalam mendampingi pendidikan anak.
Akan Digelar Rutin Setiap Bulan
Yang menarik, kegiatan ini bukan sekadar kajian satu kali. YPI Al Khoiriyyah merencanakan kegiatan serupa untuk dilaksanakan secara rutin setiap satu bulan sekali.
Konsep kajian juga dibuat cukup terbuka. Pembicara tidak harus selalu berasal dari kalangan guru atau ustadz yang berada di lingkungan sekolah.
Para wali murid yang memiliki keahlian atau pengalaman di bidang tertentu juga diberikan kesempatan untuk berbagi pengetahuan dalam forum tersebut.
Misalnya, wali siswa yang memiliki kompetensi di bidang kesehatan dapat menyampaikan materi mengenai kesehatan keluarga dan anak. Begitu pula wali murid yang memiliki pengalaman di bidang keuangan dapat berbagi wawasan mengenai pengelolaan keuangan keluarga.
Bahkan, orang tua yang memiliki pengalaman, keahlian, atau pengetahuan tertentu dan ingin berbagi dengan sesama wali siswa juga dipersilakan untuk menjadi pembicara.
Konsep tersebut membuat kajian bulanan PERDA tidak hanya menjadi ruang untuk mendengarkan materi, tetapi juga menjadi wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman antarkeluarga di lingkungan YPI Al Khoiriyyah.
Dengan demikian, hubungan antara madrasah, guru, dan orang tua diharapkan semakin erat. Pendidikan anak tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga membutuhkan keterlibatan keluarga di rumah.
Membangun Sinergi dengan Orang Tua
Kegiatan perdana ini menjadi langkah awal YPI Al Khoiriyyah untuk membangun komunikasi yang lebih luas dengan para orang tua dan wali siswa.
Di tengah perubahan zaman yang berlangsung cepat, kolaborasi antara lembaga pendidikan dan keluarga menjadi semakin penting. Guru memiliki peran dalam mendampingi siswa di madrasah, sementara orang tua menjadi sosok yang berinteraksi dengan anak dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, forum seperti kajian wali siswa diharapkan dapat menjadi jembatan untuk saling bertukar informasi, pengalaman, sekaligus mencari solusi atas berbagai tantangan dalam mendidik anak.
Selain mendapatkan materi, peserta juga disediakan snack dan minuman sehingga kegiatan berlangsung dalam suasana yang lebih nyaman dan akrab.
Ke depan, kajian bulanan PERDA Al Khoiriyyah diharapkan tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi berkembang menjadi forum kolaborasi yang menghadirkan berbagai perspektif. Dari guru, dai, hingga wali murid dengan beragam latar belakang keahlian dapat saling berbagi untuk satu tujuan: mendukung pendidikan dan tumbuh kembang anak agar semakin baik di tengah perubahan zaman.

