Semarang – Menyambut Tahun Pelajaran 2026/2027, Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al Khoiriyyah Semarang mengadakan Pelatihan Standarisasi Kompetensi Asatidz yang diikuti seluruh guru dari berbagai lembaga di bawah naungan yayasan. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (11/7/2026) di Aula Serbaguna Gedung 4 YPI Al Khoiriyyah, Jalan Bulustalan 3A Semarang, mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 14.30 WIB.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari komitmen yayasan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya tenaga pendidik. Seluruh asatidz dari RA, MI, MTs, MA, hingga Pondok Pesantren Al Khoiriyyah hadir untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang memadukan pembekalan materi dan uji kompetensi.
Acara diawali dengan pembukaan serta sambutan dari perwakilan kepala madrasah. Dalam sambutannya disampaikan bahwa guru memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang unggul, sehingga peningkatan kompetensi harus dilakukan secara berkelanjutan seiring dengan perkembangan dunia pendidikan.
Setelah sesi pembukaan, peserta langsung mengikuti materi pelatihan yang difokuskan pada penyamaan standar kemampuan mengajar, khususnya dalam pembelajaran Al-Qur’an. Materi pertama disampaikan oleh Ustadz Fauzil yang membahas Jilid 1, dilanjutkan oleh Ustadzah Zulis dengan materi Jilid 2, kemudian ditutup sesi pagi oleh Ustadzah Ida yang menyampaikan Jilid 3.
Setiap pemateri tidak hanya memberikan penjelasan mengenai teori, tetapi juga mengajak peserta berdiskusi dan mempraktikkan metode pembelajaran yang tepat. Interaksi aktif antara pemateri dan peserta membuat suasana pelatihan berlangsung hidup. Para guru terlihat antusias mengikuti setiap sesi, mencatat poin-poin penting, serta berdiskusi mengenai berbagai pengalaman mengajar di kelas.
Memasuki pukul 09.30 WIB, kegiatan dihentikan sejenak untuk coffee break. Namun setelah waktu istirahat selesai, peserta tidak langsung kembali menerima materi. Mereka justru memasuki tahapan yang menjadi inti dari kegiatan, yakni uji kompetensi.
Seluruh guru mengikuti pengujian sesuai materi yang telah dipelajari. Pengujian dilaksanakan langsung oleh ketiga pemateri, yaitu Ustadz Fauzil Maghfur, S.Pd, Al Hafiz, Ustadzah Zulis Murthasiah, S.Pd.I, dan Ustadzah Tri Ida Oktania, S.Pd. Melalui evaluasi ini, yayasan ingin memastikan bahwa setiap guru memiliki pemahaman dan kemampuan yang sesuai dengan standar pembelajaran yang diterapkan di seluruh lembaga Al Khoiriyyah.
Suasana pengujian berlangsung serius namun tetap kondusif. Para peserta bergantian menunjukkan kemampuan mereka di hadapan penguji. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana refleksi bagi guru untuk mengetahui bagian-bagian yang masih perlu ditingkatkan dalam proses pembelajaran.
Menjelang tengah hari, seluruh peserta beristirahat untuk melaksanakan salat Zuhur berjamaah dan makan siang bersama. Momen tersebut dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi antar guru dari berbagai unit pendidikan yang selama ini menjalankan tugas di lokasi berbeda.
Setelah istirahat, rangkaian evaluasi kembali dilanjutkan hingga seluruh peserta menyelesaikan proses pengujian. Kegiatan berakhir sekitar pukul 14.30 WIB dengan harapan seluruh guru memperoleh pengalaman baru yang dapat diterapkan saat memasuki tahun ajaran baru.
Pelatihan ini mencerminkan keseriusan YPI Al Khoiriyyah Semarang dalam menjaga kualitas pendidikan melalui peningkatan kompetensi tenaga pendidik. Yayasan meyakini bahwa mutu sebuah lembaga pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas guru yang mendidik di dalamnya.
Dengan adanya standarisasi kompetensi, diharapkan proses pembelajaran di seluruh lembaga Al Khoiriyyah memiliki kualitas yang merata, sehingga setiap peserta didik memperoleh layanan pendidikan yang terbaik. Selain memperkuat kemampuan mengajar, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antar asatidz serta membangun semangat untuk terus belajar dan berkembang.
Melalui pelatihan ini, YPI Al Khoiriyyah Semarang kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan Islam yang berkualitas, profesional, dan adaptif terhadap kebutuhan zaman. Bekal yang diperoleh para guru diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran serta melahirkan generasi yang unggul, berakhlak mulia, dan memiliki kecintaan yang kuat terhadap Al-Qur’an.

